Thursday, 4 April 2013

PERGESERAN BUDAYA DASAR DI USIA REMAJA SEKOLAH


A.    Pendahuluan

Selama menjalani hidup, manusia selalu mempelajari dan melakukan perubahan-perubahan budaya tergantung kondisi lingkungan tempat dia tinggal. Hal ini adalah sesuatu yang wajar sebab kebudayaan diciptakan dan diajarkan dari satu generasi  ke generasi berikutnya untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri, baik secara perorangan maupun berkelompok. Dari kenyataan ini, tidak ada satupun kebudayaan dan perwujudan kebudayaan yang bersifat statis (tidak mengalami perubahan).

Pengertian perubahan sosial budaya adalah perubahan yang terjadi akibat ketidaksaman atau ketidaksesuaian diantara unsur-unsur sosial dan kebudayaan yang saling berbeda.

 

B.     Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Proses Perubahan Sosial dan Budaya.

Perubahan sosial dan budaya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kebudayaan terdiri dari faktor yang mendorong dan faktor yang menghambat terjadinya perubahan sosial budaya seperti telah dijelaskan pada bagian sebelumnya. Faktor-faktor itu bisa berasal dari dalam maupun dari luar masyarakat. Berikut diuraikan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial budaya.

Diantara berbagai faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial budaya :

1.        Kontak dengan kebudayaan lain.

     Masyarakat yang sering melakukan kontak dengan kebudayaan lain akan mengalami perubahan yang cepat. Kontak dengan kebudayaan lain ini berhubungan dengan difusi, yaitu proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari individu ke individu lain atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain.

 

2.        Sistem pendidikan formal.

     Pada jaman modern sekolah semakin memegang peran penting dalam melakukan perubahan-perubahan pada para murid yang juga merupakan anggota masyarakat secara keseluruhan. Melalui pendidikan, seseorang diajarkan  berbagai kemampuan dan nilai-nilai yang berguna bagi manusia, terutama untuk membuka pikirannya terhadap hal-hal baru.

 

 

 


 

 

1.1 Perubahan sosial budaya melalui kontak dengan kebudayaan lain

 

Perubahan melalui budaya asing adalah hal yang sudah terjadi di Indonesia perlahan budaya Indonesia mulai ditinggalkan hal ini sudah menjadi masalah yang dampak nya generasi muda mulai meninggalkan perlahan budaya kita dan mulai mengantikan nya dengan budaya asing, perubahan budaya Indonesia yang perlahan tergeserkan :

 

  1. Cara berpakaian yang mulai mengikuti orang barat

Cara berpakaian budaya timur yang terkenal akan sopan dan santun nya mulai mengikuti budaya barat yang terkesan cuek akan kesopanan.

 

  1. Cara bergaul yang mengikuti budaya  barat.

Cara bergaul budaya timur yang sopan dan satun mulai ditinggalkan terganti dengan budaya bergaul barat yang terkesan bebas dan liberal.

 

 

 

 

 

 

  1. Penggunaan narkoba

Penggunaan narkoba tak terelakan dikarenakan totonan dan pengenalan nya yang secara terselubung, sehingga meraka yang sebelumnya tidak mengetahui apa itu narkoba mulai mencobanya dikarenakan apa yang mereka lihat adalah sesuatu yang harus ditiru karena dianggap bagus dan keren.

 

  1. Minuman keras

Minuman keras merupakan sesuatu yang wajar dan mudah ditemui pada saat ini, hal ini bertolak belakang sekali dengan budaya Indonesia dimana minuman keras dulunya adalah suatu hal yang tabu dan asing. Sekarang minuman keras merupakan sesuatu yang mudah ditemui dan banyak digunakan oleh orang tua bahkan anak sekolahan yang belum boleh menggukannya sekarang dapat menggunakan sehingga menimbulkan dampak yang buruk bagi lingkungan sekitarnya.

 

Masuknya budaya asing di Indonesia tidak dapat terelakan tetapi harus dapat disikapi dengan bijak sehingga budaya asing masuk ke Indonesia adalah budaya asing yang sifatnya membangun generasi kita kearah kemajuan yang dapat meninggatkan kualitas kita sebagai Negara yang berbangsa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.1 Sistem pendidikan formal yang semakin maju.

Sistem pendidikan formal yang semakin maju seharusnya dapat diimbangi dengan sarana dan prasarana yang medukung, jika sarana dan prasarana tidak mendukung maka akan terjadi ketidak mengertian dan menjadi sesuatu hal yang sia – sia. Suatu hal yang sia – sia tersebut dapat mengakibatkan terbuang nya energi para pelajar khususnya pelajar sma yang kiwa ingin tahu nya sedang bekembang, sehingga mereka mengeluarkan energi terbut kearah yang negatif. Berikut adalah salah satu contoh perilaku pelajar yang tidak tersalurkan.

 

Tawuran

 


 

 

Tawuran adalah suatu kegiatan yang amat sangat percuma dan tidak menghasilkan sesuatu yang dapat dibagakan. Tawuran merupakan suatu kegiatan perkelahian atau tidak kekerasan yang dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat atau pelajar. Pada penulisan ini saya akan membahas tentang tawuran yang dilakukan oleh pelajar.

 

Faktor – faktor yang dapat menyebabkan tawuran.

 

Faktor Formal.

  • Faktor sekolah.

            Kebosanan didalam lingkungan sekolah yang tidak mengijinkan siswa nya bertidak kreatif, terlalu mengekang dan otoriter juga menjadi pengaruh. Sebagian besar hidup remaja dihabiskan dibangku sekolah, tempat ia belajar sekaligus mengekspresikan diri. Tak heran jika sekolah sering disebut rumah kedua begitu juga para guru mereka yang disebut sebagai orang tua mereka disekolah, tak jarang guru bersikap otoriter Apabila sekolah terlalu mengekang kebebasan mereka untuk mengekspresikan diri meraka akan menyalurkan nya diluar sekolah hal ini tidak dapat dipantau oleh sang guru apabila siswa nya sudah pulang dari sekolah yang mengakibatkan terjadinya ekspresi yang negatif karena ketidak mampuan sekolah menyediakan sarana dan prasarana para siswanya untuk menyalurkan ekspresi mereka secara positif, hal ini tidak terjadi pada sekolah yang dapat menerapkan kegiatan yang dapat meredam tawuran tersebut dengan kegiatan yang lebih mendidik sehingga mereka tidak berpikir untuk melakukan tawuran.

 

 

Faktor Informal.

 

Tidak hanya faktor informal yang dapat berpengaruh akan terjadinya tawuran, faktor – faktor seperti dibawah ini juga dapat dijadikan sebagai pemicu terjadinya tawuran.

 

  • Faktor internal

Ketidakmampuan/kurang mampunya beradaptasi dengan lingkungan sosial yang kompleks menimbulkan tekanan pada setiap orang. Terutama pada remaja yang mentalnya masih labil dan masih dalam pencarian jati diri dan tujuan hidup. Kekompleksan seperti keberagaman budaya, kemampuan ekonomi dan pandangan tidak bisa diterima sehingga dilampiaskan lewat kekerasan.

Saat tidak mampu beradaptasi, rasa putus asa, menyalahkan orang lain dan memilih cara instan untuk memecahkan persoalan membuat rasa frustasi semakin mengendalikan emosi pelajar yang labil. Ketidakpekaan terhadap perasaan sesamanya mengakibatkan pelajar tega menganiaya hingga membunuh sesamanya. Sebenarnya, dalam diri mereka butuh pengakuan.

 

  • Faktor Keluarga

 

Jika keluarga tidak bahagia, bahkan ada kekerasan dalam rumah tangga akan berdampak pada mental psikologis anak. Secara tidak langsung, remaja akan meniru pola yang ia lihat di dalam keluarganya. Anak yang terlalu dilindungi orangtuanya (dimanja) juga akan sama saja. Saat bergabung dalam kelompok sosialnya di sekolah, ia akan menyerahkan diri secara total tanpa memiliki kepribadian dan prinsip yang kuat.

Penyesuaian emosional yang kurang memadai ditambah dengan kelompok sosial yang tidak benar semakin memungkinkan terjadinya tawuran antar pelajar.

 

  • Faktor lingkungan

 

Faktor ini jauh lebih luas daripada lingkungan rumah remaja. Lingkungan ini juga berbicara sekolah, media televisi, media cetak dan ketidakpuasan atas negara atau fasilitas negara. Jika diruntut dari faktor lingkungan, media-media dan teladan pemerintah juga menjadi sorotan atas tawuran pelajar.

Media yang menampilkan dan oknum yang berbuat juga bisa dipersalahkan karena memberi teladan yang buruk.

Rasa solidaritas yang diberikan remaja, seringkali berada di jalur yang salah. Sebaiknya perlu ditekankan ulang akan pentingnya mengendalikan rasa solidaritas dengan akal pikiran sehat dan jiwa toleransi antar manusia yang tinggi. Solidaritas tidak selalu ikut-ikutan dalam hal buruk.

 

 

 

Kesimpulan

 

Pergeseran Budaya di Indonesia semakin memprihatinkan hal ini sudah harus ditindak lanjuti secara serius oleh pemerintah karena apabila tidak budaya dan pedidikan kita akan semakin hancur. Untuk mengantisipasi terjadinya pergesaran budaya kearah yang semakin mengkhawatirkan diperlukankannya peran semua pihak terutama sekolah dan orang tua, agar dapat membimbing generasi muda tidak kearah yang negative dan menyesatkan juga peran pemerintah yang dapat mendukung sarana dan prasarananya sehingga dapat berjalanya system pedidikan dan pembinaan yang baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar pustaka :

 


 

http://www.google.co.id/imgres?q=tawuran+adalah&um=1&hl=en&sa=N&biw=1143&bih=752&tbm=isch&tbnid=fcS-pQlm1nUdcM:&imgrefurl=http://sosbud.kompasiana.com/2011/09/25/tawuran-adalah-realita-pelajar-indonesia-398390.html&docid=kmAWVaxnIQYIVM&imgurl=http://www.satunews.com/foto/foto_berita/tawuran-300x203.jpg&w=300&h=203&ei=9RhdUePbI4mOrQfu9YDoBQ&zoom=1&ved=1t:3588,r:7,s:0,i:100&iact=rc&dur=593&page=1&tbnh=162&tbnw=240&start=0&ndsp=12&tx=153&ty=60

 

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment

Post a Comment